Nilai Sebuah Kepercayaan

Kita tidak bisa hidup di dunia ini tanpa ada orang lain. Apakah itu keluarga, saudara, sahabat, teman, tetangga ataupun orang lain yang belum kita kenal. Semua sangat berperan dalam kehidupan kita baik sifatnya langsung maupun tidak langsung. Setiap hari bahkan setiap saat kita memerlukan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Agar kebutuhan hidup bisa terpenuhi tentu kita harus menjalin hubungan baik. Hubungan tersebut ada yang punya ikatan yang sangat erat (keluarga) ada yang hanya hubungan biasa.

Dalam keluarga misalnya kehidupan rumah tangga antara suami, istri dan anak-anak. Hubungan seperti ini mempunyai ikatan yang sangat erat dan kuat. Semua orang kan ingin hidup bahagia ditengah-tengah keluarga. Keluarga sakinah mawaddah waarohmah selalu diidam-idamkan. Uang, harta, jabatan dan kedudukan tidak menjadi jaminan sebuah rumah tangga dan anggotanya hidup tenteram dan bahagia. Ketenteraman dan kebahagiaan terletak di dalam hati bukan di rumah besar, bertingkat yang di kelilingi teralis yang kokoh dan dijaga oleh satpam.

Ketenteraman dan kebahagiaan itu akan lahir dalam hati yang tenang, damai, dan tidak ada kekhawatiran akan kehilangan sesuatu. Menerima dengan ikhlas dan mensyukuri apa yang sudah diberikan kepadanya. Karena kita juga hidup dalam masyarakat tentunya dengan status ekonomi yang berbeda. Kerukunan dan kepercayaan dalam keluarga juga sangat berpengaruh dalam keutuhan rumah tangga.

Kita sering mendengar atau membaca berita tentang kekerasan dalam rumah tangga yang sering berakhir dengan pembuhunan yang mana persoalannya berawal dari rasa cemburu ataupun selingkuh. Hilangnya kepercayaan diantara pasangan (pasutri)sangat berakibat buruk. Kecurigaan-kecurigaan akan terus membayangi pasangan tersebut. Kepercayaan yang sudah diberikan pasangan kita harus dijaga baik-baik. Sekali saja kita berhianat maka hilanglah kepercayaan itu selamanya.

Selingkuh di mana saja bisa terjadi, apalagi dengan adanya alat komunikasi seperti telpon gemgam (Hp) yang memudahkan komunikasi satu sama lainnya. Memang teknologi yang makin maju mendatangkan dampak positif dan juga negatif. Tinggal penggunanya saja lagi yang mau menggunakan pada hal-hal yang bermanfaat. Misalnya kita gunakan alat komunikasi tersebut untuk menyambung tali silaturrahim pada kerabat atau sahabat atau teman-teman yang jauh sehingga hubungan atau tali silaturrahim tidak putus karena jarang bertemu.

Bagaimana agar keutuhan, kebahagian dan ketenteraman sebuah rumah tangga bisa terjaga? Masuknya orang ketiga dalam kehidupan sebuah rumah tangga awal dari kehancuran. Nah bagaimana cara menjaga agar peluang masuknya orang ketiga? Mungkin ini merupakan tip yang bisa kita lakukakan. Baik istri ataupun suami janganlah pernah menceritakan kekurangan pasangan atau masalah yang terjadi di rumah tangga kita kepada orang lain. Kalau kekurangan tersebut kita ceritakan atau istikah kerennya curhat pada seseorang apalagi lain jenis mungkin awalnya dia ada rasa kasihan dan kemudian simpatik. Lama-lama kelamaan terjadi saling curhat dan saling memperhatikan.

Di dalam agama juga kita dilarang membuka kekurangan (aib) keluarga. Berusahalah permasalahan yang dihadapi dalam rumah tangga kita selesaikan bersama pasangan kita. Jika ada permasalahan jangan sampai dibawa keluar, ingat diluar banyak bahan bakar, api, angin yang setiap saat bisa membakar habis rumah tangga kita. Berusaha dan berdoalah selalu pada Allah agar keluarga kita selalu mendapat rahmat dan lindungan-Nya. Amin……

Berteman dan bersahabat itu baik karena kita sudah menyambung tali silaturrahim, namun jangan disalahartikan kebaikan atau keramahan seseorang sebagai sinyal untuk masuk dalam kehidupan rumah tangganya. Jagalah kepercayaan yang diberikan kepada kita, karena nilai sebuah kepercayaan sangat amat mahal. Jangan sia-siakan karena kalau sudah hilang akan sangat sulit untuk mendapatkannya kembali. Setuju………..?

Bagaimana menurut sampeyan?

5 Responses to “Nilai Sebuah Kepercayaan”


  1. 1 Pakacil Agustus 25, 2008 pukul 4:28 pm

    Kepercayaan? Berat…
    Saya tipe manusia yg tak mudah cepat percaya & sbg konsekuensinya, saya tak minta untuk dipercaya dengan mudah pula.

    Tapi ada 2 jenis manusia yang TAK LAYAK DIPERCAYA sama sekali, yakni para PENJILAT dan PENGEMIS INTELEK.

    Sungguh Bu, 2 jenis manusia macam itu bagi saya sangat tak layak untuk dipercaya oleh siapapun dan untuk hal apapun, apalagi sudah 2 sifat itu berada dalam 1 paket.

  2. 2 Ersis Warmansyah Abbas September 7, 2008 pukul 11:47 am

    Wow … tulisannya semakin bagus. Aku bangga punya murid kaya begini, sure. Tu … kan, jangan pandang guru SD ngak mampu nulis. Maju terus. Perbanyak membaca, mengamati, menganalisis … lalu tulis. Buktinya tulisan bagus begini. Selamat berpuasa, dan mohon maaf.

    Terima kasih atas motivasinya, ulun ingin selalu belajar. Ok!

  3. 3 Safruddin Noor Oktober 2, 2008 pukul 3:05 pm

    Maaf bu mengganggu… Ulun handak batakun kaya apa kelanjutan pelatihan TOT Master trainer yang diadakan pada bulan puasa tadi…
    Kawalah bu evaluasi on line nya…? ulun mencobai kada mau…
    ba elang ke blog ulun bu lah…

  4. 4 eko lee November 8, 2008 pukul 1:47 pm

    menjaga sebuah kepercayaan memang sulit……kayak apa kabar bu???
    ingatlah ma lun ???

  5. 5 soulharmony Januari 2, 2009 pukul 4:35 am

    saya undang anda untuk bergabung bersama komunitas blogger kalsel ‘kayuhbaimbai’ (http://kayuhbaimbai.org) atau (http//aruhblogger.com). Hubungi saya di 085251534313/7718393 mari kita dukung pelaksanaa ARUH BLOGGER 2009.
    Mohon diberikan data dingsanak2 kalsel yag punya blog, dan mohon infokan event besar ini

    Salam Blogger

    chandra


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: