Hari Pendidikan Nasional

Pagi ini saya berangkat dari rumah untuk mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di lapangan Murjani Kota Banjarbaru. Peserta upacara sudah memenuhi lapangan upacara dan sudah berbaris rapi, upacarapun dimulai tepat pk. 08.00 wita. Rupanya guru-guru sudah kapok terlambat datang ketempat upacara karena dulu pernah kejadian yang tidak mengenakkan yang mana ada beberapa orang guru ketangkap satpol PP karena terlambat datang di tempat upacara dan terjadi kesalah pahaman. Tapi ini ada hikmahnya jua sehingga para guru bisa disiplin / tepat waktu jika ada undangan upacara lagi.

Pembina upacara hari ini adalah Wali Kota Banjarbaru Bapak Drs.H. Rudy Resnawan, beliau membacakan sambutan Mentri Pendidikan Nasional Bapak Bambang Sudibyo dan sambutan Wali Kota sendiri sangat singkat. Beliau menyampaikan permohonan maaf kepada Guru-guru PNS atas keterlambatan pembayaran rapel tahun 2007 sampai 2008. Dan rapelan Insya Allah akan diterima oleh guru-guru hari Selasa atau Rabu lusa. Meskipun terlambat para Guru menyambutnya dengan suka cita, Allhamdulillah … kata-kata itulah yang keluar dari mulut para Guru sebagai tanda syukur atas apa yang mereka terima.

Disaat Upacara Hari Pendidikan Nasional ini juga diumumkan PNS dan PTT yang berprestasi termasuk ada beberapa Guru mendapat penghargaan sebagai guru berprestasi. Selain mendapat penghargaan mereka juga mendapat uang binaan yang masing-masing juara I sebesar Rp 1.000.000,- juara II Rp 750.00,- dan juara III Rp 500.00,-. Dalam kesempatan ini juga Wali Kota menyarankan akan kedepannya uang binaan hendaknya ditingkatkan lagi 2 atau 3 kali lipatnya agar dana tersebut bisa dinikmati oleh mereka yang sudah menunjukkan prestasinya. Semoga akan bermuculaan lagi guru-guru yang berprestasi lainnya baik yang mendapat penghargaan maupun guru-guru berprestasi yang dipersembahkan untuk pendidikan namun tidak ingin diikut lombakan.

Setelah selesai upacara saya langsung pulang ke rumah dan istirahat sambil berbaring di tempat tidur karena kepala agak pusing sedikit. Namun beberapa saat saya merebahkan diri handphone saya berbunyi, eh ada SMS masuk kemudian saya buka ternyata SMS dari Pak Ersis. Beliau menyampaikan ada tulisan di blog tentang Hari Pendidikan. Wah saya buru-buru bangun dari tempat tidur setelah membalas SMS tadi. Dan langsung buka internet mencari tulisan yang dimaksud Pak Ersis tadi dan ketemu di www.webersis.com . Saya coba memberikan komentar atas tulisan tersebut anehnya timbul keinginan menulis dalam diri saya, akhirnya saya gak jadi istirahat malah menulis dan mencurahkan apa yang ada dibenak saya.

Jujur ya, kalau saya disuruh menulis di kertas mungkin saya merasa malas. kenapa? Karena menulis di kertas itu tidak praktis. Kadang-kadang banyak kalimat-kalimat yang tidak sesuai dengan harapan kita kemudian dihapus atau dicoret. Nah baru beberapa kalimat yang jadi kertasnya sudah penuh karena kebanyakkan coretan salahnya, itu yang bikin malas. Tapi kalau disuruh nulis di kompoter yang jauh lebih enak, kalau salah bisa langsung dihapus. Yah sekalian memanfaatkan teknologi biar mahir. Saya sangat berharap kepada kawan-kawan Guru untuk tetap belajar menggunakan internet, ngeblog dan menulis. Jangan sampai dibilang pana-panas tahi ayam, awalnya aja bersemangat karena ada tantangan tapi setelah itu dingin lagi karena tidak ada tantangan. Ayo Brur jadikan diri sendiri sebagai tantangan yang tak pernah pudar dimakan waktu. SiiiiiiiiiiiP deh !!!

Kaya apa pang manurut sampeyan ???

7 Responses to “Hari Pendidikan Nasional”


  1. 1 Ersis Warmandyah Abbas Mei 3, 2008 pukul 12:44 am

    Bagus … terus menulis. Akan lebih baik, di akhir tulisan ada tawaran solutif.

    Ok! Terima kasih.

  2. 2 Pakacil Mei 3, 2008 pukul 12:28 pm

    wah, mantap nih quotenya ibu: “ Jangan sampai dibilang panas-panas tahi ayam, awalnya aja bersemangat karena ada tantangan tapi setelah itu dingin lagi karena tidak ada tantangan. Ayo Brur jadikan diri sendiri sebagai tantangan yang tak pernah pudar dimakan waktu

    Menjaga konsistensi memang yang paling sulit ya Bu…
    walaupun ulun tidak pernah pegang-pegang tahi ayam, males Bu..😀

    Biar gak penasaran boleh juga dibuktikan, hehehe ………

  3. 3 SQ Mei 3, 2008 pukul 2:37 pm

    Luar biasa…🙂
    tulisan bu Latifah makin hari makin pesat
    “terrific”

    …i have new blog, would u join me…🙂

    Terima kasih komentarnya, mudah-mudahan bisa konsisten.

  4. 4 Faujiah Herlina Mei 3, 2008 pukul 4:30 pm

    Bu sepertinya kita sudah tertular virus nya pa Ersis ya.. virus nulis lho bukan virus cinta he .. he .. Bu buka donk Blog saya dan beri komentarnya. Kalau ngga dikomentari ngga asyik lo

    hehehe ………., ntar diberi komentarnya.

  5. 5 heri yuwandi Mei 5, 2008 pukul 9:14 am

    Yupz, betul banget. Menjaga Konsistensi mang sangat sulit.
    Btw, aja teman-teman Kepsek dan Guru yang lain buat nge blog bu… ^_^

    ^-^ wah kalau semua teman2 KepSek dan guru yang lain ikutan nge blog eh rame sekali, aku selalu berusaha mengajak mereka ngeblog, tinggal kemauan mereka aja lagi.

  6. 6 faiq dzaki Mei 9, 2008 pukul 11:15 am

    Selamat Hari Guru Bu!
    Biarpun telat ngasih ucapannya.
    Tidak apa-apa kan?

    Ngga apa-apa, terima kasih. ^-^

  7. 7 Kacamata Apelmas Mei 2, 2012 pukul 12:04 am

    Selamat hari PENDIDIKAN NASIONAL, Semoga Pendidikan di Indonesia terus makin maju.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: