Siapa Aku

Banyak orang yang tidak dapat menjawab ketika ditanya tentang dirinya “Siapa Aku?”. Untuk menjawab pertanyaan tadi kita perlu mamahami diri kita sendiri. Memahami diri sendiri itu gampang-gampang sesah dibanding memahami diri orang lain.

Memahami orang lain lebih mudah karena kita bisa melihat watak dan perilakunya sehari-hari. Sedang untuk memahami diri kita sendiri membutuhkan kejujuran. Kita mudah mengatakan orang itu jujur, sabar, bertanggung jawab, kreatif dsb atau sebaliknya. Tapi bagaimana dengan diri kita?

Mulai mengenali diri kita sendiri, katakan sejujurnya diri kita seperti apa jangan ditutup-tutupi segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kita. Bila kita sudah mengenali diri kita maka mulailah memperbaiki atau paling tidak mengurangi segala kekurangan atau kejelekan diri kita dan mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang ada pada diri kita.

Potensi yang kita miliki harus kita kembangkan agar bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang lain. Apapun yang kita miliki bila kita berikan kepada orang lain akan menjadi amal kita. Jadi jika kita memiliki kemampuan ataupun ilmu bila diberikan kepada orang lain ilmu tersebut tidak akan habis malah bertambah. Jadi jangan menunggu jadi sarjana baru kita mau atau berani memberikan ilmu yang kita miliki. Sekecil apapun ilmu yang kita berikan atau hanya satu huruf yang pernah kita ajarkan kepada orang lain tetapi itu sudah memberikan manfaat bagi orang tersebut itulah yang dinamakan ilmu yang berguna. kelak ilmu inilah yang menemani kita di alam kubur, bukan harta, tahta, rumah, sahabat, ataupun pasangan hidup kita.

Tapi ingat jangan puas dengan apa yang telah kita miliki banyak hal yang masih belum kita ketahui, itulah kekurangan kita. Maka dari itu kita harus terus belajar belajar belajar!!! Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi kita harus berusaha mengikuti perkembangan tersebut, jika tidak berarti kita ketinggalan dong! Orang lain sudah mampu mengembara lewat dunia maya tapi bagaimana dengan kita? Yah kita baru menghitung-hitung uang untuk beli sebuah kompoter, jangankan mengoperasikan kompoter pegang mouse aja belum pernah. Wah wah wah….

Sebenarnya bukan tidak mampu untuk membeli sebuah kompoter, yah beli baju yang bermerk yang harganya selangit kok bisa beli banyak. Tapi untuk memajuan ilmu pengetahuan masih menghitung-hitung. Kadang-kadang kita mau saja menggunakan alat-alat yang sudah kun0 yang sulit kita gunakan sementara sekarang ada alat canggih yang mudah dan cepat cara kerjanya tapi tidak kita manfaatkan.

Sebagai orang beriman tentunya kita percaya dengan janji Allah yang ditujukan untuk kita bahwa Allah akan menurunkan azab yang sangat pedih kepada orang-orang yang kufur atas nikmatNya dan Allah akan menambah nikmatNya bagi orang-orang yang pandai bersyukur. Nah apakah kita tergolong orang-orang yang pandai bersyukur atau tergolong-golong orang-orang yang kufur? Yang bisa menjawab pertanyaan tersebut hanya diri kita sendiri.

Bila kita sudah memanfaatkan apa yang telah diberikan kepada kita baik ilmu pengetahuan dan teknologi berarti kita telah bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Oleh sebab itu kita terus terus terus saja belajar. Bila tidak mau belajar berarti kufur dengan nikmat Allah, tunggu azab Allah! Eh…….. takut.

Ini gunanya kita mengenal diri kita sendiri, kita akan dapat menentukan tujuan hidup kita. Hidup yang bermakna bagi semua orang. Keberadaan kita di manapun selalu dibutuhkan orang lain bukan justru membuat orang lain susah ataupun terganggu. Sungguh kehidupan seperti ini yang selalu didambakan. Maka “Aku adalah seorang ……? Jawaban ada pada diri kita sendiri. Ok!

Kaya apa pang menurut pendapat sampeyan??? 

3 Responses to “Siapa Aku”


  1. 1 yudi.gress Februari 1, 2008 pukul 1:50 pm

    Siapakah aku? Yaah, pastilah hamba yang diciptakan hanya untuk menyembah-NYa. Tidak lain hanyalah beribadah. Ibadah memang kompleks sekali pengartiannya. Belajar merupakan ibadah. Menyingkirkan paku yang ada di jalanan pun merupakan ibadah. Segala sesuatunya ya mesti tergantung niat. Betul ga Bu Guruuu.

  2. 2 Ersis W. Abbas Februari 7, 2008 pukul 1:36 am

    Siapa yang mengenal dirinya, dialah akan mengenal penciptanya dan ciptaan penciptanya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: