<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Noor Latifah</title>
	<atom:link href="http://latifah04.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://latifah04.wordpress.com</link>
	<description>Blog Guru Banjarbaru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jan 2009 15:43:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='latifah04.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3a62643f7665a3373b1dd450fe3c44bd?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Noor Latifah</title>
		<link>http://latifah04.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Disiplin itu penting</title>
		<link>http://latifah04.wordpress.com/2009/01/06/disiplin-itu-penting/</link>
		<comments>http://latifah04.wordpress.com/2009/01/06/disiplin-itu-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 15:27:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>latifah04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latifah04.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Kota Banjarbaru semakin hari makin ramai, Banjarbaru memang benar-benar jadi Kota Idaman bagi masyarakatnya.  Selain gedung-gedung yang sudah banyak dibangun juga tempat-tempat santai dan bermain untuk anak-anak juga disediakan. Lapangan Murjani tak pernah sepi dari keramaian, mulai dari pamera, panggung hiburan, pasar malam, dll sering digelar di sana. Pokoknya Banjarbaru selalu semarak deh.
Namun semua itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=52&subd=latifah04&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kota Banjarbaru semakin hari makin ramai, Banjarbaru memang benar-benar jadi Kota Idaman bagi masyarakatnya.  Selain gedung-gedung yang sudah banyak dibangun juga tempat-tempat santai dan bermain untuk anak-anak juga disediakan. Lapangan Murjani tak pernah sepi dari keramaian, mulai dari pamera, panggung hiburan, pasar malam, dll sering digelar di sana. Pokoknya Banjarbaru selalu semarak deh.</p>
<p>Namun semua itu tentunya harus diimbangi dengan adap dan sopan santun masyarakatnya. Karena sebuah kota yang cantik tercipta bukan dari gedung-gedung dan penataan kota yang indah saja, tapi keramahan, kesantunan dan juga disiplin masyarakatnya juga sangat diperlukan agar tercipta keamanan dan ketentraman. <span id="more-52"></span></p>
<p>Disiplin adalah hal yang perlu kita tanamkan sejak dini, jika seseorang tidak disiplin selain dapat membahayakan dirinya sendiri juga dapat membahayakan orang lain. Disiplin adalah hal yang sangat penting dan harus dimiliki semua orang disiplin perlu dilatih misalnya disiplin berlalu lintas.</p>
<p>Saya jadi ingat pengalaman saya beberapa waktu yang lalu ketika saya mengendarai mobil dengan putri saya. Waktu itu hari Jum&#8217;at sore kami melintasi jalan Panglima Batur. Seperti biasa banyak anak-anak muda (ABG) yang mengendarai sepeda motor seenaknya. Mereka memenuhi ruas jalan sehingga menghambat pengguna jalan lainnya. Ada yang ngebut dijalan dan mereka semua tidak menggunakan helm sebagai pengaman.</p>
<p>Saat itu persis di depan Mesjid Khanzul Khairat ada dua orang cewek mengendarai kendaraan di depan kami. Kecepatan mobil saya sangat lambat karena banyak kendaraan ABG ada di depan dan di kanan-kiri kami. Tiba-tiba saya menyaksikan kedua cewek tadi mau bertukar tempat duduk dalam keadaan kendaraan masih berjalan. Belum lagi keheranan saya hilang melihat aksi mereka lakukan, tiba-tiba mereka jatuh kurang lebih 2 meter di depan mobil saya.</p>
<p>Alhamdulillah saya berhasil mengijak rem tepat di depan kendaraan mereka. Saya kaget dan sempat emosi, saya bilang kalau naik kendaraan jangan sambil bermain, kalau mau mati jangan di jalan bisa  membahayakan orang lain. Eh ternyata anak itu menjawab dengan nada ketus dan cuwek, dia bilang kami tahu aja kami yang salah ibu terus aja ini urusan kami. Dan dengan dibantu teman-temannya mereka semua kabur karena mereka tahu ada polisi yang datang. Semua bubar sepertinya tidak ada kejadian apapun.</p>
<p> Sungguh saya sangat miris melihat tingkah laku mereka, sebagai orang ibu saya betul-betul sedih apakah mereka tidak bisa minta maaf padahal dia tahu kesalahannya. Apakah dia lupa didikan sopan santun orang tuanya dan guru-gurunya di sekolah. </p>
<p> Saya juga heran kenapa anak-anak kok dibiarkan mengendarai kendaraan di jalan raya seenaknya tanpa menghiraukan keselamatan diri mereka dan keselamatan orang lain. Setiap Jum&#8217;at dan Sabtu sore mereka memenuhi jalan tanpa menggunakan helm pengaman. Apakah ada kebebasan untuk tidak menggunakan helm setiap Jum&#8217;at dan Sabtu sore.</p>
<p>Pak polisi tolong dong ditertibkan anak-anak muda(ABG) yang suka kebut-kebutan di jalan raya dan tanpa menggunakan helm. Ini sangat meresahkan pengguna jalan lainnya. Kenapa mereka dibiarkan nanti mereka terbiasa tidak mentaati peraturan lalu lintas. Sebaiknya disiplin terus ditanamkan apalagi untuk anak-anak muda sebagai generasi kita selanjutnya. Agar Kota Banjarbaru menjadi kota yang cantik dan menjadi idaman bagi semua orang. OK!</p>
<p>Terima kasih!!!!!!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latifah04.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latifah04.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latifah04.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latifah04.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latifah04.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latifah04.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latifah04.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latifah04.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latifah04.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latifah04.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=52&subd=latifah04&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latifah04.wordpress.com/2009/01/06/disiplin-itu-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6bb38698c77eb635db785b389b9a41b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">latifah04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nilai Sebuah Kepercayaan</title>
		<link>http://latifah04.wordpress.com/2008/08/23/43/</link>
		<comments>http://latifah04.wordpress.com/2008/08/23/43/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 06:04:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>latifah04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latifah04.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Kita tidak bisa hidup di dunia ini tanpa ada orang lain. Apakah itu keluarga, saudara, sahabat, teman, tetangga ataupun orang lain yang belum kita kenal. Semua sangat berperan dalam kehidupan kita baik sifatnya langsung maupun tidak langsung. Setiap hari bahkan setiap saat kita memerlukan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Agar kebutuhan hidup bisa terpenuhi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=43&subd=latifah04&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kita tidak bisa hidup di dunia ini tanpa ada orang lain. Apakah itu keluarga, saudara, sahabat, teman, tetangga ataupun orang lain yang belum kita kenal. Semua sangat berperan dalam kehidupan kita baik sifatnya langsung maupun tidak langsung. Setiap hari bahkan setiap saat kita memerlukan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Agar kebutuhan hidup bisa terpenuhi tentu kita harus menjalin hubungan baik. Hubungan tersebut ada yang punya ikatan yang sangat erat (keluarga) ada yang hanya hubungan biasa.<span id="more-43"></span></p>
<p>Dalam keluarga misalnya kehidupan rumah tangga antara suami, istri dan anak-anak. Hubungan seperti ini mempunyai ikatan yang sangat erat dan kuat. Semua orang kan ingin hidup bahagia ditengah-tengah keluarga. Keluarga sakinah mawaddah waarohmah selalu diidam-idamkan. Uang, harta, jabatan dan kedudukan tidak menjadi jaminan sebuah rumah tangga dan anggotanya hidup tenteram dan bahagia. Ketenteraman dan kebahagiaan terletak di dalam hati bukan di rumah besar, bertingkat yang di kelilingi teralis yang kokoh dan dijaga oleh satpam.</p>
<p>Ketenteraman dan kebahagiaan itu akan lahir dalam hati yang tenang, damai, dan tidak ada kekhawatiran akan kehilangan sesuatu. Menerima dengan ikhlas dan mensyukuri apa yang sudah diberikan kepadanya. Karena kita juga hidup dalam masyarakat tentunya dengan status ekonomi yang berbeda. Kerukunan dan kepercayaan dalam keluarga juga sangat berpengaruh dalam keutuhan rumah tangga.</p>
<p>Kita sering mendengar atau membaca berita tentang kekerasan dalam rumah tangga yang sering berakhir dengan pembuhunan yang mana persoalannya berawal dari rasa cemburu ataupun selingkuh. Hilangnya kepercayaan diantara pasangan (pasutri)sangat berakibat buruk. Kecurigaan-kecurigaan akan terus membayangi pasangan tersebut. Kepercayaan yang sudah diberikan pasangan kita harus dijaga baik-baik. Sekali saja kita berhianat maka hilanglah kepercayaan itu selamanya.</p>
<p>Selingkuh di mana saja bisa terjadi, apalagi dengan adanya alat komunikasi seperti telpon gemgam (Hp) yang memudahkan komunikasi satu sama lainnya. Memang teknologi yang makin maju mendatangkan dampak positif dan juga negatif. Tinggal penggunanya saja lagi yang mau menggunakan pada hal-hal yang bermanfaat. Misalnya kita gunakan alat komunikasi tersebut untuk menyambung tali silaturrahim pada kerabat atau sahabat atau teman-teman yang jauh sehingga hubungan atau tali silaturrahim tidak putus karena jarang bertemu.</p>
<p>Bagaimana agar keutuhan, kebahagian dan ketenteraman sebuah rumah tangga bisa terjaga? Masuknya orang ketiga dalam kehidupan sebuah rumah tangga awal dari kehancuran. Nah bagaimana cara menjaga agar peluang masuknya orang ketiga? Mungkin ini merupakan tip yang bisa kita lakukakan. Baik istri ataupun suami janganlah pernah menceritakan kekurangan pasangan atau masalah yang terjadi di rumah tangga kita kepada orang lain. Kalau kekurangan tersebut kita ceritakan atau istikah kerennya curhat pada seseorang apalagi lain jenis mungkin awalnya dia ada rasa kasihan dan kemudian simpatik. Lama-lama kelamaan terjadi saling curhat dan saling memperhatikan.</p>
<p>Di dalam agama juga kita dilarang membuka kekurangan (aib) keluarga. Berusahalah permasalahan yang dihadapi dalam rumah tangga kita selesaikan bersama pasangan kita. Jika ada permasalahan jangan sampai dibawa keluar, ingat diluar banyak bahan bakar, api, angin yang setiap saat bisa membakar habis rumah tangga kita. Berusaha dan berdoalah selalu pada Allah agar keluarga kita selalu mendapat rahmat dan lindungan-Nya. Amin&#8230;&#8230;</p>
<p>Berteman dan bersahabat itu baik karena kita sudah menyambung tali silaturrahim, namun jangan disalahartikan kebaikan atau keramahan seseorang sebagai sinyal untuk masuk dalam kehidupan rumah tangganya. Jagalah kepercayaan yang diberikan kepada kita, karena nilai sebuah kepercayaan sangat amat mahal. Jangan sia-siakan karena kalau sudah hilang akan sangat sulit untuk mendapatkannya kembali. Setuju&#8230;&#8230;&#8230;..?</p>
<p>Bagaimana menurut sampeyan?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latifah04.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latifah04.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latifah04.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latifah04.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latifah04.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latifah04.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latifah04.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latifah04.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latifah04.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latifah04.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latifah04.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latifah04.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=43&subd=latifah04&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latifah04.wordpress.com/2008/08/23/43/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6bb38698c77eb635db785b389b9a41b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">latifah04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bangga jadi Guru</title>
		<link>http://latifah04.wordpress.com/2008/08/11/34/</link>
		<comments>http://latifah04.wordpress.com/2008/08/11/34/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 16:52:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>latifah04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latifah04.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu aku pergi ke Ponorogo untuk menengok putraku yang sedang mondok di Gontor 2. Wah kali ini aku benar-benar nekad karena baru kali ini aku pergi sendirian, biasanya kan selalu bersama suami atau bersama rombongan. Ketika sampai di Juanda aku ngambil koper di bagasi dan langsung keluar mau ke Bungur Asih naik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=34&subd=latifah04&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa waktu yang lalu aku pergi ke Ponorogo untuk menengok putraku yang sedang mondok di Gontor 2. Wah kali ini aku benar-benar nekad karena baru kali ini aku pergi sendirian, biasanya kan selalu bersama suami atau bersama rombongan. Ketika sampai di Juanda aku ngambil koper di bagasi dan langsung keluar mau ke Bungur Asih naik bus Damri. Sesampai di Bungur Asih perjalanan diteruskan dengan bus patas jurusan Ponorogo. Sesampai di Terminal Ponorogo aku kebingungan, biasa di Terminalkan selalu rebutan para ojek dan sopir untuk mencari penumpangnya. Kemudian kuputuskan untuk naik angkutan saja dan langsung diantar sampai halaman ruang tamu di Gontor 2.<span id="more-34"></span></p>
<p>Aku merasa lega karena perjalananku lancar dan sampai tempat tujuan sesuai waktu. Aku masuk ruang tamu untuk istirahat. Di sana banyak orang tua santri yang juga datang menengok putra-putranya. Yang jelas aku belum kenal mereka karena baru bertemu kali ini. Sehabis shalat Magrib para orang tua santri semua berdiri berkumpul di halaman untuk melihat para santi yang akan lewat sepulang dari Mesjid. Aku dan ibu-ibu lainnya juga berdiri di sana sambil ngobrol. Mereka bertanya kepadaku, Ibu berasal dari mana, mereka kaget setelah aku bilang berasal dari Banjarmasin. Kata mereka jauh sekali, memang dibanding mereka ada dari Jakarta, Semarang, Sidoarjo, pokoknya masih di wilayah pulau Jawa.</p>
<p>Obrolan kami berlanjut, mereka bertanya lagi Ibu bekerja dibidang apa? Aku jawab dengan pasti, saya guru SD, mereka bertanya lagi &#8220;ibu, Guru?&#8221; sepertinya mereka tidak percaya. Aku jawab sekali lagi iya, saya Guru SD emang kenapa Bu? aku balik bertanya pada mereka. Salah satu dari mereka menjawab Ibu tidak terlihat seperti seorang Guru. Aku berpikir ada apa dengan penampilanku ya? Terus aku balik bertanya pada mereka, menurut Ibu saya bekerja apa? Mereka menjawab, lebih tinggi lagi BU. Aku tidak mengerti yang dimaksud mereka lebih tinggi itu bagaimana. Aku jadi miris, apakah seorang Guru SD itu rendah di mata mereka. Ya Allah tidak sebegitu berartikah pekerjaan seorang Guru itu, apalagi Guru SD.</p>
<p>Apa mereka tidak sadar anak-anak mereka juga jebolan SD atau yang sederajat. Bisakah anak-anak mereka melanjutkan sekolahnya kejenjang yang lebih tinggi tanpa sekolah di SD dulu/ yang sederajatnya. Apakah pandangan mereka terhadap Guru SD itu seperti seorang tua yang berpakaian seadanya, pergi ke sekolah dengan jalan kaki atau dengan sepeda ontelnya seperti yang digambarkan dengan Oemar Bakri, aku miris bukan karena aku seorang Guru SD.</p>
<p>Sebagai seorang Guru SD aku merasa bangga, aku sangat menyukai pekerjaan ini dan sudah 23 tahun aku bergelut di dunia pendidikan ini. Banyak murid-muridku yang sudah berhasil ini sangat membahagiankan hati. Di dalam bekerja selalu ada suka dan dukanya yang pernah ditemui, seperti halnya Guru juga ada suka dan dukanya. Kalau sukanya Guru adalah melihat anak didiknya berhasil jadi orang yang berguna atau kehidupanya lebih baik dari Gurunya karena keberhasilannya. Itu adalah suatu kegembiraan dan kebahagian seorang Guru.</p>
<p> Namun aku juga pernah mengalami duka yang mendalam, manakala aku bertemu seseorang (murid) yang kini telah berhasil dia juga sekarang jadi guru di sekolah swasta. waktu itu aku satu Diklat dengan dia, tapi dia tidak menyapa ketika berhadapan. Aku berfikir apa dia sudah lupa dengan guru SDnya dulu, tapi kenapa aku gurunya saja masih mengenal dia walaupun lama tidak bertemu. Apakah dia sudah melupakannya, jika iya sungguh menyedihkan, sebagai seorang guru tentu tidak meminta apa-apa kepada murid-muridnya. Sekedar tersenyum atau sapaan juga sudah cukup memberikan kebahagian hati seorang guru.</p>
<p>Aku jadi ingat saat pulang kampung sebulan yang lalu aku bertemu Ibu Guruku di TK.  Beliau masih sehat, kupeluk beliau dengan penuh kerinduan karena kami jarang sekali bertemu. Beliau cerita waktu aku masih sekolah TK. Terlihat kebagian di wajah beliau mungkin melihat si kecil dulu sekarang sudah dewasa bahkan sudah tua kali ya, namun beliau masih segar bugar. Mudah-mudahan aku juga bisa seperti beliau, panjang umur, tetap sehat dan segar bugar agar dapat melihat anak-anak didikku menjadi orang-orang berhasil. Amin &#8230;&#8230;</p>
<p>Sehebat apapun kita sekarang janganlah kita melupakan orang yang pernah memberikan pelajaran, kasih sayang sampai kita jadi orang. Orang yang tidak bisa menghargai Gurunya maka ilmu yang diterimanya tidak akan bermanfaat. Jangan seperti kacang lupa akan kulitnya. Sekedar senyum dan salam sudah lebih dari cukup bagi Guru. Senyum itu sedekah lho, banyak pahalanya. Tapi jangan senyum sendirian ya.</p>
<p>Bagaimana menurut sampeyan????<!--more--></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latifah04.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latifah04.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latifah04.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latifah04.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latifah04.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latifah04.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latifah04.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latifah04.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latifah04.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latifah04.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latifah04.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latifah04.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=34&subd=latifah04&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latifah04.wordpress.com/2008/08/11/34/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6bb38698c77eb635db785b389b9a41b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">latifah04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa untuk Anakku</title>
		<link>http://latifah04.wordpress.com/2008/06/16/doa-untuk-anakku/</link>
		<comments>http://latifah04.wordpress.com/2008/06/16/doa-untuk-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 15:37:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>latifah04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latifah04.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Kamis pagi pukul 03.30 WIB travel yang membawa kami berhenti persis di depan Pondok Pesantren Modern Dasussalam Gontor 2 Ponorogo. Kami bertiga: aku, suamiku dan anakku turun dari mobil dan menuju pagar yang masih terkunci dengan gembok di dalam pagar ada pos penjagaan namun penjaganya tidak kelihatan. Di dalam masih kelihatan sepi dan tak berapa lama datang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=32&subd=latifah04&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kamis pagi pukul 03.30 WIB travel yang membawa kami berhenti persis di depan Pondok Pesantren Modern Dasussalam Gontor 2 Ponorogo. Kami bertiga: aku, suamiku dan anakku turun dari mobil dan menuju pagar yang masih terkunci dengan gembok di dalam pagar ada pos penjagaan namun penjaganya tidak kelihatan. Di dalam masih kelihatan sepi dan tak berapa lama datang seorang anak yang usianya kurang lebih 13 tahunan menuju ke arah pos penjagaan. Ternyata di pos tersebut ada penjaganya yaitu 2 orang santri yang lagi ketiduran. Mereka langsung bangun dan bergegas membukakan pintu pagar dan mempersilahkan kami bertiga masuk.<span id="more-32"></span><!--more--></p>
<p>Kami terus dibawa masuk dan berhenti di depan sebuah ruangan bertuliskan gedung Saudi. Kami dipersilahkan duduk di kursi yang ada di teras dan di sana kami berhadapan dengan 2 santri yang ternyata mereka sedang piket. Setelah ditanya nama dan asal kemudian diminta menyerahkan tanda pengenal KTP atau SIM kemudian mereka memberikan kartu pengenal yang bertuliskan TAMU kepada kami. Sambil menunggu hari siang kami dipersilahkan masuk ke ruangan untuk beristirahat. yang perempuan khusus di ruang perempuan dan laki-laki juga khusus laki-laki.</p>
<p>Kemudian saya masuk keruangan, eh ternyata di situ banyak ibu-ibu yang menginap. Setelah memberi salam saya berkenalan sama mereka, karena mereka semua sudah pada bangun. Ada yang berasal dari Makasar, Padang, KalTim, Bali, dsb. Mereka semua datang ke sana dengan tujuan yang sama dengan saya yaitu untuk menyekolahkan anak ke Ponpes Gontor tersebut. Dan ketika selesai shalat Subuh ibu-ibu pada berdiri berjejer di depan kamar inap untuk melihat santri-santri yang baru pulang dari Mesjid. Wah &#8230; saya terkagum-kagum melihat barisan para santri yang usianya rata-rata 11 sampai 13 tahun dengan berpakaian putih, pakai sarung dan pici hitam sambil mendekap sebuah kitab suci Al-Qur&#8217;an. Dengan gagahnya mereka terus menuju asrama mereka masing-masing.</p>
<p>Tak lama kemudian para santri sudah berganti pakaian, mereka mengenakan pakaian olah raga warna biru. Masing-masing ada yang bermain basket, bulu tangkis dan takraw. Para orang tua menonton anak-anaknya yang sedang berolahraga, setelah beberapa saat terdengar loncing berbunyi para santripun kembali ke kamar mereka karena waktu selanjutnya mereka harus mandi, makan dan kemudian bersiap-siap untuk masuk kelas untuk belajar.</p>
<p>Sebenarnya anak-anak tersebut belum resmi menjadi santri di Ponpes Gontor tersebut. Status mereka saat ini hanya sebagai calon santi yang mondok untuk persiapan mengikuti test masuk pada bulan SYa&#8217;ban nanti, katakanlah mereka sedang mengikuti bimbingan belajar. Dan mereka juga ditest untuk menentukan kelas mana yang makan mereka tempati sesuai kemampuan anak tersebut.</p>
<p>Kebanyakan anak yang datang ke sana adalah anak-anak yang dari SD seperti anak saya juga dari SD mereka masih terlalu muda. Tak heran ada orang tua selama 2 minggu sudah berada di sana karena anaknya tidah mau ditinggalkan. Ada anak yang sakit ketika di tinggal orang tuanya dan sepertinya mereka stres.</p>
<p>Untuk menyekolahkan anak yang usianya SD yang jauh dari orang tua memerlukan persiapan mental yang yang kuat. Saya menyaksikan beberapa anak yang selalu datang ke kamar ibunya dan menangis. Katanya dia takut dan sedih kalau ditinggal ibunya kembali. Sebenarnya kekuatan hati untuk bepisah jauh bukan pada anak saja, namun orang tua juga harus kuat untuk melepas anaknya untuk berpisah.</p>
<p>Mana kala sianak datang keibunya, ibunya terus memeluk dan mencium anaknya mana bisa anaknya berpisah dengan tenang karena sang ibu sepertinya tidak tega untuk melepaskan anaknya. Berpisah dengan sang buah hati memang sangat menyakitkan. Namun berpisah untuk pendidikan anak sendiri agar menjadi anak yang baik, sholeh dan berguna bagi agama dan bangsa tidak ada alasan untuk tidak ikhlas. Semua orang tua menginginkan anaknya menjadi orang baik, karena anak adalah kekayaan orang tuanya yang tidah bisa diganti dengan apapun juga.</p>
<p>Aku selalu berharap dan berdoa semoga anakku dapat diterima menjadi santi di Ponpes Modern Darussalam Gontor ini. Melihat kegiatan dan bimbingannya aku semakin kuat untuk menyekolahkan anakku di tempat ini. Dan Alhamdulillah anakku sendiri juga mau dan kelihatan dia menyukai kegiatan-kegiatannya.</p>
<p>Setelah menginap selama 3 hari kamipun pamit pulang. Air mata memang tidak bisa dibendung lagi ketika aku peluk dan cium pipi anakku. Saat itu dia akan menuju  kelas bersama teman-temannya dan ketika itu ada anak dari Banjarmasin bersamanya. Teman-temannyapun berusaha menenangkan dan mengajaknya berjalan menuju kelasnya. Rasa ada sesuatu yang menekan di dada karena menahan air mata. Aku berdoa mudah-mudahan dia kuat, tabah dan slalu diberi kesehatan dan bisa masuk menjadi santri di sana.</p>
<p>Aku selalu pantau keadaanya lewat orang tua temannya yang berasal dari Kendal, kadang SMS dan juga telpon langsung, namun aku dilarang untuk berbicara langsung, katanya nanti dia nangis lagi sedangkan sekarang dia sudah ceria. Aku juga cukup puas atas kabar yang kuterima walaupun hati ini pengen sekali berbicara langsung. Tapi sudahlah niatnya kan mau mendidik anak supaya pandai dan juga  mandiri. Ikhlaskan, pasrahkan dan doakan itulah cara yang lebih baik dari pada sedih terus&#8230;&#8230;</p>
<p>Gimana menurut sampean ????????? </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latifah04.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latifah04.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latifah04.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latifah04.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latifah04.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latifah04.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latifah04.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latifah04.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latifah04.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latifah04.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latifah04.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latifah04.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=32&subd=latifah04&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latifah04.wordpress.com/2008/06/16/doa-untuk-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6bb38698c77eb635db785b389b9a41b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">latifah04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siswa Enggan Mengerjakan PR?</title>
		<link>http://latifah04.wordpress.com/2008/05/10/siswa-enggan-mengerjakan-pr/</link>
		<comments>http://latifah04.wordpress.com/2008/05/10/siswa-enggan-mengerjakan-pr/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 14:59:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>latifah04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latifah04.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Sore hari sekitar jam 16.00 wita aku ditemani putri pertamaku berangkat dari rumah menuju sekolah tempat aku bekerja, sebelumnya kami mampir di toko yang menjual alat-alat bangunan untuk membeli sekaleng cat tembok. Setelah yang mau dibeli sudah dapat aku langsung tancap gas menuju arah Sei. Besar. Dan kami akhirnya tiba di tempat tujuan yaitu SDN Sungai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=31&subd=latifah04&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sore hari sekitar jam 16.00 wita aku ditemani putri pertamaku berangkat dari rumah menuju sekolah tempat aku bekerja, sebelumnya kami mampir di toko yang menjual alat-alat bangunan untuk membeli sekaleng cat tembok. Setelah yang mau dibeli sudah dapat aku langsung tancap gas menuju arah Sei. Besar. Dan kami akhirnya tiba di tempat tujuan yaitu SDN Sungai Besar 9.<span id="more-31"></span></span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Rasa sejuk merasuk dalam sanubariku, aku merasa nyaman ketika aku duduk-duduk di teras sekolahku sambil memandang di sekeliling. Tiba-tiba telpon selulerku berdering, ternyata dari Bu Erma. Bu Erma adalah salah satu guru di SDN Sungai besar 9. Tak berapa lama dia muncul karena tahu aku ada di sekolah sambil membawa jam diding yang baru dibeli untuk dipasang di kelas.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kami pun masuk ke dalam kelas dibantu oleh penjaga sekolah untuk memasang jam dindingnya, disaat itu Bu Erma mengambil buku tulis yang ada di atas mejanya. Kemudian buku tersebut dibuka dan dilihatnya. Aku bertanya ada apa? Bu Erma menjawab, ini buku PR anak-anak. Mereka selalu mengumpul PRnya  meskipun saya tidak masuk kelas karena tidak ada jam mengajar.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Aku jadi ingat waktu pertemuan KKG IPA di gugus Anggrek Loktabat. Saat identifikasi masalah ada guru menyampaikan permasalahan yang dihadapinya di sekolah. Katanya murid-muridnya sering tidak mengerjakan PR yang diberikan. Sudah berkali-kali dinasehati supaya mereka mau mengerjakan PRnya, tapi ada saja yang tidak mengerjakannya. Pokoknya sudah bermacam-macam cara namun hasilnya tetap sama.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Akupun memberikan masukkan atau pendapat tentang hal tersebut. Keengganan siswa untuk mengerjakan PR yang diberikan oleh guru bisa disebabkan karena siswa merasa PRnya sering /tidak pernah diperiksa dan diberi nilai oleh gurunya. Jadi mereka merasa tidak perlu untuk mengerjakannya karena tidak diberi nilai juga. Kalau itu sudah tertanam dihati siswa maka siswa tidak akan pernah mau mengerjakan tugas/PR nya.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Jika ingin siswa kita selalu menyelesaikan tugas/PRnya maka bila memberi tugas ataupun PR kepada siswa, kita harus menyuruh siswa mengumpul PRnya tepat waktu. kemudian berikan nilai dan jika ada siswa yang tidak mengerjakan berikan sanksi misalnya dengan menyuruh siswa tersebut mengerjakan PRnya saat jam istirahat sehingga dia merasa waktu istirahatnya tersita. Lakukan setiap kali jika ada siswa yang tidak mengerjakan tugas atau PRnya. Tagihlah dan beri nilai tugas mereka agar mereka merasa diperhatikan dan dihargai. Dengan demikian anak akan selalu memperhatikan semua tugas yang diberikan oleh gurunya. </span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Itulah yang saya sarankan kepada guru-guru di sekolah kami, apapun tugas yang diberikan kepada siswa guru jangan lupa untuk menanyakan atau menagihnya selalu dan juga memberi nilai sesuai dengan hasil pekerjaan mereka. Itu sudah dirasakan oleh Bu Erma muridnya baru kelas 1 namun muridnya disiplin dalam mengerjakan dan mengumpul PR yang diberikan oleh gurunya.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Jadi nilai yang diberikan guru sangat besar pengaruhnya dan juga dapat menjadi motivasi siswa untuk belajar, mengerjakan tugas ataupun PR mereka. Siswa akan senang bila pekerjaan mereka dihargai dan dinilai oleh guru mereka. Oleh sebab itu berilah nilai setiap tugas yang diberikan kepada siswa, ini adah salah satu cara agar tidak ada lagi siswa yang enggan mengerjakan tugas dan dan PRnya.</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Bagaimana menurut sampeyan?</span></p>
<p><strong></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latifah04.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latifah04.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latifah04.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latifah04.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latifah04.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latifah04.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latifah04.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latifah04.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latifah04.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latifah04.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latifah04.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latifah04.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=31&subd=latifah04&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latifah04.wordpress.com/2008/05/10/siswa-enggan-mengerjakan-pr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6bb38698c77eb635db785b389b9a41b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">latifah04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Pendidikan Nasional</title>
		<link>http://latifah04.wordpress.com/2008/05/02/hari-pendidikan-nasinal/</link>
		<comments>http://latifah04.wordpress.com/2008/05/02/hari-pendidikan-nasinal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 04:36:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>latifah04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latifah04.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini saya berangkat dari rumah untuk mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di lapangan Murjani Kota Banjarbaru. Peserta upacara sudah memenuhi lapangan upacara dan sudah berbaris rapi, upacarapun dimulai tepat pk. 08.00 wita. Rupanya guru-guru sudah kapok terlambat datang ketempat upacara karena dulu pernah kejadian yang tidak mengenakkan yang mana ada beberapa orang guru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=29&subd=latifah04&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pagi ini saya berangkat dari rumah untuk mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di lapangan Murjani Kota Banjarbaru. Peserta upacara sudah memenuhi lapangan upacara dan sudah berbaris rapi, upacarapun dimulai tepat pk. 08.00 wita. Rupanya guru-guru sudah kapok terlambat datang ketempat upacara karena dulu pernah kejadian yang tidak mengenakkan yang mana ada beberapa orang guru ketangkap satpol PP karena terlambat datang di tempat upacara dan terjadi kesalah pahaman. Tapi ini ada hikmahnya jua sehingga para guru bisa disiplin / tepat waktu jika ada undangan upacara lagi.<span id="more-29"></span></p>
<p>Pembina upacara hari ini adalah Wali Kota Banjarbaru Bapak Drs.H. Rudy Resnawan, beliau membacakan sambutan Mentri Pendidikan Nasional Bapak Bambang Sudibyo dan sambutan Wali Kota sendiri sangat singkat. Beliau menyampaikan permohonan maaf kepada Guru-guru PNS atas keterlambatan pembayaran rapel tahun 2007 sampai 2008. Dan rapelan Insya Allah akan diterima oleh guru-guru hari Selasa atau Rabu lusa. Meskipun terlambat para Guru menyambutnya dengan suka cita, Allhamdulillah &#8230; kata-kata itulah yang keluar dari mulut para Guru sebagai tanda syukur atas apa yang mereka terima.</p>
<p>Disaat Upacara Hari Pendidikan Nasional ini juga diumumkan PNS dan PTT yang berprestasi termasuk ada beberapa Guru mendapat penghargaan sebagai guru berprestasi. Selain mendapat penghargaan mereka juga mendapat uang binaan yang masing-masing juara I sebesar Rp 1.000.000,- juara II Rp 750.00,- dan juara III Rp 500.00,-. Dalam kesempatan ini juga Wali Kota menyarankan akan kedepannya uang binaan hendaknya ditingkatkan lagi 2 atau 3 kali lipatnya agar dana tersebut bisa dinikmati oleh mereka yang sudah menunjukkan prestasinya. Semoga akan bermuculaan lagi guru-guru yang berprestasi lainnya baik yang mendapat penghargaan maupun guru-guru berprestasi yang dipersembahkan untuk pendidikan namun tidak ingin diikut lombakan.</p>
<p>Setelah selesai upacara saya langsung pulang ke rumah dan istirahat sambil berbaring di tempat tidur karena kepala agak pusing sedikit. Namun beberapa saat saya merebahkan diri handphone saya berbunyi, eh ada SMS masuk kemudian saya buka ternyata SMS dari Pak Ersis. Beliau menyampaikan ada tulisan di blog tentang Hari Pendidikan. Wah saya buru-buru bangun dari tempat tidur setelah membalas SMS tadi. Dan langsung buka internet mencari tulisan yang dimaksud Pak Ersis tadi dan ketemu di <a href="http://www.webersis.com">www.webersis.com</a> . Saya coba memberikan komentar atas tulisan tersebut anehnya timbul keinginan menulis dalam diri saya, akhirnya saya gak jadi istirahat malah menulis dan mencurahkan apa yang ada dibenak saya.</p>
<p>Jujur ya, kalau saya disuruh menulis di kertas mungkin saya merasa malas. kenapa? Karena menulis di kertas itu tidak praktis. Kadang-kadang banyak kalimat-kalimat yang tidak sesuai dengan harapan kita kemudian dihapus atau dicoret. Nah baru beberapa kalimat yang jadi kertasnya sudah penuh karena kebanyakkan coretan salahnya, itu yang bikin malas. Tapi kalau disuruh nulis di kompoter yang jauh lebih enak, kalau salah bisa langsung dihapus. Yah sekalian memanfaatkan teknologi biar mahir. Saya sangat berharap kepada kawan-kawan Guru untuk tetap belajar menggunakan internet, ngeblog dan menulis. Jangan sampai dibilang pana-panas tahi ayam, awalnya aja bersemangat karena ada tantangan tapi setelah itu dingin lagi karena tidak ada tantangan. Ayo Brur jadikan diri sendiri sebagai tantangan yang tak pernah pudar dimakan waktu. SiiiiiiiiiiiP deh !!!</p>
<p>Kaya apa pang manurut sampeyan ???</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latifah04.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latifah04.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latifah04.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latifah04.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latifah04.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latifah04.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latifah04.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latifah04.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latifah04.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latifah04.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latifah04.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latifah04.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=29&subd=latifah04&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latifah04.wordpress.com/2008/05/02/hari-pendidikan-nasinal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6bb38698c77eb635db785b389b9a41b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">latifah04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelompok Kerja Guru (KKG)</title>
		<link>http://latifah04.wordpress.com/2008/04/30/kelompok-kerja-guru-kkg/</link>
		<comments>http://latifah04.wordpress.com/2008/04/30/kelompok-kerja-guru-kkg/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 11:42:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>latifah04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latifah04.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Kelompok Kerja Guru (KKG) sangat dibutuhkan keberadaannya bagi guru-guru. Sebenarnya banyak permasalahan yang dihadapi guru di lapangan. Selama ini yang namanya KKG tidak difungsikan secara maksimal, ini disebabkan guru-guru tidak tahu cara mengelola KKG yang benar. Kegiatan KKG hanya dilakukan untuk membuat program dan persiapan mengajar saja. Guru tidak tahu kemana harus bertanya bila dia menghadapi permasalahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=28&subd=latifah04&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kelompok Kerja Guru (KKG) sangat dibutuhkan keberadaannya bagi guru-guru. Sebenarnya banyak permasalahan yang dihadapi guru di lapangan. Selama ini yang namanya KKG tidak difungsikan secara maksimal, ini disebabkan guru-guru tidak tahu cara mengelola KKG yang benar. Kegiatan KKG hanya dilakukan untuk membuat program dan persiapan mengajar saja. Guru tidak tahu kemana harus bertanya bila dia menghadapi permasalahan tentang materi pelajaran atau bagaimana menggunakan alat peraga atau metode dan model pembelajaran yang cocok digunakan.<span id="more-28"></span></p>
<p>Pola KKG seperti itu sekarang dirubah menjadi KKG yang dapat membantu memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi guru di lapangan, dengan demikian minat guru untuk datang ke KKG lebih kuat karena yang mereka cari mereka dapat di KKG. Dahulu guru enggan (malas) datang KKG lantaran kegiatannya itu-itu saja (ini kami dapat dari pengakuan peserta KKG IPA).</p>
<p>Kehadiran KKG IPA merupakan hal baru bagi guru-guru karena pelaksanaannya mengikuti struktur yang telah ditetapkan (standart) sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai dengan tujuan. Dalam kegiatan KKG IPA ditekankan pada perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. Namun ini dapat mencakup bahan ajar, media pembelajaran, metode dan model/pendekatan pembelajaran yang digunakan, penggunaan alat peraga dan semua akan terjamah.  </p>
<p>Kegiatan KKG IPA diawali dengan mengumpulkan (mengidentifikasi) permasalahan yang dihadapi guru, apakah itu berhubungan dengan materi, siswa atau guru itu sendiri. Setelah terkumpul kemudian dipilih mana yang perlu dibahas atau dipecahkan yang pertama dan selanjutnya. Jika permasalahan yang terkumpul banyak sedang waktu untuk membahasnya tidak cukup maka kita simpan dan dibahas pada pertemuan berikutnya.</p>
<p>Kegiatan berikutnya adalah merancang pembelajaran sambil mencoba atau menguji alat yang akan digunakan jika dalam kegiatan pembelajaran yang dibuat tadi ada percobaan atau eksperimen. Kemudian rancangan pembelajaran yang sudah dibuat tadi dipeer teachingkan (mengajar teman sajawat). Salah satu peserta akan memodelkan pembelajaran tersebut dan yang lain sebagai siswa sekaligus sebagai pengamat dengan panduan lembar pengamatan yang sudah disiapkan.</p>
<p>Setelah peer teaching selesai diadakanlah refleksi dan feed back, guru yang melakukan peer teaching diberi kesempatan mengutarakan apa yang dia rasakan saat mengajar tadi, mungkin dia merasa kurang ini atau itu. Kemudian teman-teman sebagai pengamat tadi memberikan masukkan atau tanggapannya dalam hal cara mengajar atau penyajian bahan ajarnya. Dan ini sangat bermanfaat sekali bagi si pemodel, peserta lain dan bagi pemberi komentar sendiri termasuk PBS semua di sini jadi pembelajar.</p>
<p>Untuk PBS banyak hal-hal yang didapat selama kegiatan KKG IPA dilaksanakan, berbagai pengalaman yang didapat dari cara membimbing diskusi di KKG sampai dengan mendampingi guru IPA saat real teaching di sekolah mereka masing-masing. Bagaimana saran kita bisa diterima mereka tanpa ada rasa digurui atau tersinggung, dan bagaimana membuat mereka menyadari dan mengakui kekurangan mereka sendiri bukan kita yang memberi tahu. Sehingga kehadiran kita sangat mereka butuhkan bukan menjadi beban bagi mereka. Tentu ini perlu terik-terik khusus yang harus dimiliki oleh seorang PBS.</p>
<p>Bagaimana menurut sampeyan???? </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latifah04.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latifah04.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latifah04.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latifah04.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latifah04.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latifah04.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latifah04.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latifah04.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latifah04.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latifah04.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latifah04.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latifah04.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=28&subd=latifah04&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latifah04.wordpress.com/2008/04/30/kelompok-kerja-guru-kkg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6bb38698c77eb635db785b389b9a41b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">latifah04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat Tugas Tambahan.</title>
		<link>http://latifah04.wordpress.com/2008/04/29/manfaat-tugas-tambahan/</link>
		<comments>http://latifah04.wordpress.com/2008/04/29/manfaat-tugas-tambahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 12:20:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>latifah04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latifah04.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Guru merupakan salah satu ujung tombak dalam pendidikan. Tugas guru sangat berat tapi sangat mulia. Tugas seorang guru bukan hanya mengajar tapi juga mendidik. Mengajar adalah tugas pokok seorang guru artinya kewajiban guru adalah mengajar. Terus bagaimana dengan tugas tambahan yang diberikan kepada seorang guru? Apakah harus kita terima atau kita tolak? Dan bagaimana kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=27&subd=latifah04&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Guru merupakan salah satu ujung tombak dalam pendidikan. Tugas guru sangat berat tapi sangat mulia. Tugas seorang guru bukan hanya mengajar tapi juga mendidik. Mengajar adalah tugas pokok seorang guru artinya kewajiban guru adalah mengajar. Terus bagaimana dengan tugas tambahan yang diberikan kepada seorang guru? Apakah harus kita terima atau kita tolak? Dan bagaimana kita harus menyikapinya.<span id="more-27"></span></p>
<p> </p>
<div>Di dalam ajaran Agama Islam ada kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Islam, misalnya shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan dan sebagainya. Kewajiban-kewajiban itu harus dikerjakan dan bila tidak akan berdosa. Berarti jika tidak dikerjakan kita punya hutang  dan wajib pula kita bayar.</div>
<div>Sekarang bagaimana dengan ibadah-ibadah yang disunatkan dalam agama, apakah kita cukup melaksanakan yang wajib-wajib saja? Padahal yang namanya ibadah sunat itu dapat menutupi atau memperbaiki bahkan dapat menyempurnakan ibadah yang wajib tersebut. Misalnya membaca Al-Qur’an, bagaimana bacaan shalat  bisa sempurna kalau  kita tidak bisa baca Al-Qur’an. Tapi tidak bisa baca Al-Qur’an bukan berarti bebas dari kewajiban mengerjakan shalat, karena itu wajib dan tidak bisa ditawar-tawar.</div>
<div>Seseorang yang rajin mengerjakan ibadah atau shalat sunat berarti dia punya kelebihan yach bisa disebut punya tabungan, karena ibadahnya merupakan ibadah tambahan bukan membayar kewajiban. Jika itu terus dilakukan berarti dia sering menghadap Allah dan tentunya akan lebih dikenal sebagai hamba yang taqwa. Beda dengan yang hanya mengerjakan yang wajib saja ibadahnya cukup untuk membayar kewajibannya sedangkan kelebihannya tidak ada. Bahkan bisa-bisa ibadahnya justru tidak cukup untuk membayar kewajiban tersebut karena kurang sempurna. (Kok kaya penceramah aja ya?)</div>
<div>Seperti itulah jika diibaratkan dengan tugas pokok seorang guru. Jika kita hanya berfikiran bahwa kita cukup melaksanakan tugas pokok saja dan tugas tambahan itu tidak ada manfaatnya, saya rasa itu keliru. Coba kita renungkan kembali sebagai seorang guru katakanlah kita sudah baik dalam melaksanakan pembelajaran di kelas tapi tidak ada tugas-tugas tambahan lain yang kita kerjakan padahal kita punya kompetensi. Apakah orang lain akan tahu dengan kompetensi yang kita miliki?</div>
<div>Keberhasilan kadang-kadang bisa didapat malalui tugas-tugas tambahan. Orang akan kenal dengan seseorang kalau orang tersebut sering muncul atau aktif dalam berbagai hal, apalagi dia mampu menunjukkan prestasinya. Wah ini akan membawa orang tersebut menuju kesuksesan. Jadi menurut saya tugas pokok Ok dan tugas tambahanpun bermanfaat maka dari itu kita terima dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.</div>
<div>Untuk memperkaya pengalaman diri kita tentunya kita harus rajin mencari pengalaman tersebut. Banyak hal yang bisa membuat pengalaman kita bertambah asal mau berkerja. Apalagi pekerjaan tersebut kita lakukan dengan sepenuh hati dan tentunya dengan ikhlas. Janganlah kita berfikiran atau berharap sesuatu atas pekerjaan tersebut karena itu bisa membuat kita kecewa. Anggaplah pekerjaan tadi sebagai pengalaman maka kita tidak akan terbebani dengan harapan-harapan yang mungkin sangat mengecewakan nantinya.</div>
<div>Namun dengan keikhlasan tadi suatu saat kita akan dapat memetik hasilnya. Ayo berkarya dan bekerjalah demi penddidikan. Insya Allah akan berbuah manis dikemudian hari. Mari tingkatkan kemampuan kita (guru-guru) di Banjarbaru. Manfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh Pokja PPMP Kota Banjarbaru agar pendidikan lebih maju lagi. Ok !!!!</div>
<div>Bagaimana menurut sampeyan?</div>
<p> </p>
<p> </p>
<div> </div>
<div> </div>
<div> </div>
<p> </p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latifah04.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latifah04.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latifah04.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latifah04.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latifah04.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latifah04.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latifah04.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latifah04.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latifah04.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latifah04.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latifah04.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latifah04.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=27&subd=latifah04&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latifah04.wordpress.com/2008/04/29/manfaat-tugas-tambahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6bb38698c77eb635db785b389b9a41b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">latifah04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Launching Blog Guru Banjarbaru</title>
		<link>http://latifah04.wordpress.com/2008/04/26/launching-blog-guru-banjarbaru/</link>
		<comments>http://latifah04.wordpress.com/2008/04/26/launching-blog-guru-banjarbaru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 18:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>latifah04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latifah04.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Pagi yang cerah Sabtu, 26 April 2008 blog Guru Banjarbaru telah launching. Acara dihadiri oleh Wali Kota Banjarbaru Bapak Drs. H. Rudy Resnawan. Beliau memberikan sambutannya sekaligus membuka atau meresmikan Blog Guru Banjarbaru ini. Selain itu hadir juga Kepala LPMP Propinsi Kalimantan Selatan Bapak H. Said Abu Bakar beserta undangan lainnya. Kepala LPMP menyambut gembira [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=24&subd=latifah04&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pagi yang cerah Sabtu, 26 April 2008 blog Guru Banjarbaru telah launching. Acara dihadiri oleh Wali Kota Banjarbaru Bapak Drs. H. Rudy Resnawan. Beliau memberikan sambutannya sekaligus membuka atau meresmikan Blog Guru Banjarbaru ini. Selain itu hadir juga Kepala LPMP Propinsi Kalimantan Selatan Bapak H. Said Abu Bakar beserta undangan lainnya. Kepala LPMP menyambut gembira atas lahirnya Blog Guru di Kota Banjarbaru ini, beliau berharap agar internet ini merupakan salah satu sarana untuk guru-guru mencari informasi khususnya tentang pendidikan dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya pendidikan di Banjarbaru.<span id="more-24"></span></p>
<p>Wali Kota Banjarbaru sendiri sangat gembira dan mendukung sepenuhnya atas kegiatan ini. Terbukti dengan hadirnya beliau saat launching hari ini, walaupun undangan beliau hari ini ada dua yaitu undangan dari Dewan Pendidikan Kota Banjarbaru dan undangan launching Blog Guru. Ternyata beliau dengan senang hati mau memenuhi undangan kami (guru). Kami guru-guru merasa terharu karena kami mendapat perhatian dari Wali Kota. Beliau adalah Bapak Drs. H. Rudy Resnawan yang dekat dengan masyarakat, suka bergurau ditengah guru-guru. Dan ketika diajak berfoto bersama guru-guru beliau juga bersemangat sekali. Pokoknya inilah sosok pepimpin yang patut diacungi jempol dan dicontoh.</p>
<p>Ketika Blok Guru Banjarbaru dinyatakan resmi dibuka oleh Wali Kota maka di layar LCD ditampilkan Blog Guru Banjarbaru yang beralamat <a href="http://www.gurubanjarbaru.com">www.gurubanjarbaru.com</a>. Di Blog ini ditampilkan beberapa postingan, Eh saya kaget juga ternyata salah satu postingan tadi adalah tulisan saya yang berjudul &#8220;Guru Harus Selalu Menunggu?&#8221;. Isinya sih menanyakan tentang rapelan yang ditunggu-tunggu oleh guru-guru. Sebenarnya saya baru belajar menulis, makanya tulisan dan kalimatnyapun belum rapi dan isinya juga masih tidak karuan, tapi ternyata dimuat dalam Blog Guru Banjarbaru dan terus dibaca langsung oleh Wali Kota dan ketika beliau bertanya mana orangnya yang menulis? Saya jadi malu tapi saya tetap mengacungkan tangan.  Di dalam hati saya ada kepuasan tersendiri, waaaah senangnya ternyata saya bisa. </p>
<p>Saya jadi ingat kata-kata Pak Ersis, kata beliau tidak ada yang tidak bisa dipelajari asal kita mau belajar. Saya sependapat dan saya berprinsip orang lain bisa saya juga harus bisa, dan itu terbuktikan? Memang belajar tidak pandang waktu dan tempat, kapan dan di mana kita mau belajar itu tidak menjadi syarat utama untuk belajar. Kita bisa belajar kapan saja dan di mana saja yang penting keinginan dan kemauan ada dalam diri kita. Jika keinginan atau kemauan tidak ada dan kita belajar karena terpaksa nah pasti berat jadinya dan hasilnyapun tidak akan maksimal.</p>
<p>Mudah-mudahan dengan adanya Blog Guru di Banjarbaru ini akan menjadi wadah ajang konsultasi, sharing, tukar informasi bagi guru-guru. Bagi teman-teman guru yang punya ide dan inovasi tentang pendidikan dapat memuatnya di blog ini, sehingga teman-teman yang lain dapat membaca bahkan mungkin akan menjadi inspirasi baru bagi guru-guru lainnya untuk mengembangkannya lagi. Bila ini terjadi wah saya yakin tidak ada lagi guru-guru di Banjarbaru yang tertinggal.</p>
<p>Memang mengawali atau merintis sesuatu itu tidak semudah membalik telapak tangan, banyak halangan dan pengorbanan yang kita hadapi. Namun bila kita yakin akan apa yang kita perbuat itu bermanfaat bagi diri kita sendiri dan bagi orang lain Insya Allah akan berhasil. Bagaimana dengan blog ini? Bermanfaat untuk diri sendiri dan untuk orang lain?. Kenapa tidak? Ayo kita mulai pembelajaran baru ini dan jadilah pembelajar yang baik! </p>
<p> OK? Go  Blog  Guru Banjarbaru &#8230;&#8230;..</p>
<p>Setuju teman-teman?</p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latifah04.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latifah04.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latifah04.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latifah04.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latifah04.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latifah04.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latifah04.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latifah04.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latifah04.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latifah04.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latifah04.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latifah04.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=24&subd=latifah04&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latifah04.wordpress.com/2008/04/26/launching-blog-guru-banjarbaru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6bb38698c77eb635db785b389b9a41b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">latifah04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guru selalu menunggu&#8230;..?</title>
		<link>http://latifah04.wordpress.com/2008/04/21/guru-selalu-menunggu/</link>
		<comments>http://latifah04.wordpress.com/2008/04/21/guru-selalu-menunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 12:31:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>latifah04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latifah04.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Perekonomian di Indonesia sekarang tidak menentu. Harga-harga sembako di pasaran terus meninggkat. Ibu-ibu rumah pada pusing memikirkan bagaimana supaya asap dapur mereka tetap mengepul. Kemudian ditambah dengan langkanya minyak tanah, wah komplitlah permasalahan yang dihadapi warga ini.
Dari sekian banyak warga diantaranya ada komunitas guru yang sekarang juga ikut merasakan dampak perekonomian tersebut. Kondisi seperti ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=20&subd=latifah04&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Perekonomian di Indonesia sekarang tidak menentu. Harga-harga sembako di pasaran terus meninggkat. Ibu-ibu rumah pada pusing memikirkan bagaimana supaya asap dapur mereka tetap mengepul. Kemudian ditambah dengan langkanya minyak tanah, wah komplitlah permasalahan yang dihadapi warga ini.<span id="more-20"></span></p>
<p>Dari sekian banyak warga diantaranya ada komunitas guru yang sekarang juga ikut merasakan dampak perekonomian tersebut. Kondisi seperti ini membuat guru kebingungan karena kesejahteraan guru yang minim sekali. Katanya sertifikasi untuk meningkatkan kesejahteraan guru yang mana akan diberikan tunjangan sebesar 1X gaji pokok. Namun guru-guru yang telah dinyatakan lulus sertifikasi angkatan pertama tahun 2006 baru menerima sekali dan angkatan tahun 2007 belum pernah menerima tunjangan tersebut sampai sekarang. Guru-guru terus menunggu dan berharap.</p>
<p>Sekarang guru merasa lega sedikit atas kenaikkan gaji walaupun harga-harga kebutuhan di pasar terus meningkat. Kenaikan gaji yang terhitung dari bulan Januari 2008, berarti ada rapel 3 bulan karena gaji baru tersebut diterima pada bulan April. Banyak guru-guru bertanya &#8220;kapan yach rapel kita cair?&#8221; Guru-guru di Banjarbaru sekarang mulai gelisah, karena guru-guru di kabupaten dan kota lain sudah pada terima rapelan. Bagaimana dengan guru-guru di Banjarbaru, sampai kapan harus menunggu lagi &#8230;.?</p>
<p>Apa yang harus guru perbuat sekarang. Protes, demo, unjuk rasa, mogok &#8230;??? Tidak mungkin. Guru di Banjarbaru tidak mungkin berbuat semua itu. Tapi semua itu akan bisa saja terjadi kalau hak-hak guru diabaikan.Dan kami guru-guru tidak ingin hal tersebut terjadi karena sangat tidak etis kalau Banjarbaru yang bercita-cita menjadi kota pendidikan justru paling akhir memberikan hak-hak guru dibanding kabupaten dan kota lainnya.  Sekarang guru-guru terus menunggu&#8230;&#8230;.</p>
<p>Bagaimana menurut sampeyan???</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latifah04.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latifah04.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latifah04.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latifah04.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latifah04.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latifah04.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latifah04.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latifah04.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latifah04.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latifah04.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latifah04.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latifah04.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latifah04.wordpress.com&blog=2226667&post=20&subd=latifah04&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latifah04.wordpress.com/2008/04/21/guru-selalu-menunggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6bb38698c77eb635db785b389b9a41b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">latifah04</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>